Entah sejak kapan aku bermasalah dengan perut. Lebih tepatnya mag. Dimulai sejak ngekost di Semarang. Aku sering telat makan pas kelas dua. Kadang sengaja ga makan karena bosen sama makanannya. Tapi ga nyangka kebiasaan burukku berujung malapetaka di akhir kelas tiga SMA.
Dua hari sebelum ujian aku sakit. Mag. Perut mual dan muntah-muntah berasa orang hamil muda. Padahal ga ngerti juga hamil muda gimana rasanya. Rasanya ga enak banget. Akhirnya aku dibawa ke dokter dan anehnya setelah dari dokter aku sembuh. Wajar sih. Yang bikin ga wajar obatnya aja belom ku telen udah sembuh. -_-
Dan, setelah kerja di Jakarta sepertinya semakin menjadi-jadi. Tahun-tahun pertama sih asyik-asyik aja. Tahun kedua mulai bosen dengan makanannya. Ditambah lagi hampir setiap hari makan ga teratur, maklum tuntutan kerja jadi telat makan. Kalau sampel belum selesai dikerjain aku ga makan.
Tahun ketiga mulai parah, tiap telat makan sedikit rasanya perut perih. Lama kelasmaan ini semakin parah. Ini sudah lewat tahun ketiga memasuki tahun keempat. Makan semain ga teratur, bosen kerja, banyak masalah di kerjaan dan masalah pribadi juga. Semakin menumpuk-numpuk dan aku semakin muak dengan makanan.
Sekarang tiap makan banyak dikit langsung pengen muntah. Kalau ga makan perut perih. Aku bingung. Andai saja manusia diciptakan tanpa rasa lapar sekalipun butuh makan, aku tak ingin makan.
Pesan saya selagi masih normal jagalah makan sebaik-baiknya, kalau udah terlanjur rusak gini nikmat makanan susah terasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar