Curhat itu singkatan dari curahan hati. Siapapun juga tau ya?
Aku seneng kalo dicurhatin orang. Karena pada dasarnya aku suka dengerin orang, aku seneng-seneng aja dicurhatin.
Terkadang orang hanya butuh di dengar. Jadi pendengar yang baik cukup membantu. Apalagi jika orang minta solusi, pendapat, itu sangat menyenangkan. Bukan berarti aku bersenang-senang diatas penderitaan orang lain.
Aku suka membantu orang. Dicurhati adalah salah satu bentuk membantu orang.
Terkadang dari curhatan orang imajinasiku jadi liar. Hehehe. Jadi ide menarik.
Tapi, aku juga seperti yang lain. Butuh didengar. Namun aku bingung ketika aku ingin sekedar curhat ke seseorang, dia malah curhat duluan ke aku.
Sering aku dihadapkan pada situasi ini. Kalo udah begini, aku biasanya bersikap baik-baik saja. Senyum, tetap objektif dan jadi pendengar baik bagi dia. Aku ga jadi curhat. Aku takut membebaninya, di lain hari saja. Mungkin dia tak keberatan, tapi aku memilih menunda. Toh, membantu orang cukup menghibur.
Berat lho, bersikap baik-baik saja di saat ingin menangis. Lama-lama aku terbiasa.
Aku bersyukur pada Tuhan diberikan hati sekuat ini. Jika tidak, tidak mungkin aku mampu tersenyum disaat ingin menangis.